informasiobat.com

VITAMIN B1 ATAU THIAMINE HYDROCHLORIDE

NAMA GENERIK
Vitamin B1 atau Thiamine hydrochloride

NAMA KIMIA
3-(4-Amino-2-Methylpyrimidin-5-ylmethyl)-5-(2-hydroxyethyl)-4-methylthiazolium chloride hydrochloride.

STRUKTUR KIMIA
C12H17CIN4OS.HCl.4

GB STRUKTUR KIMIA
238

SIFAT FISIKOKIMIA
USP 29: Berbentuk serbuk atau kristal putih dan sedikit berbau khas. Larut dalam air dengan perbandingan 1:1, dalam alkohol 1:170. Tidak larut dalam eter dan benzene.4

KELAS TERAPI
Vtamin dan Mineral

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Cara pemberian: rute administrasi utama adalah secara oral.4 Apabila dikehendaki pemberian secara parenteral maka dapat diberikan secara IM atau injeksi IV lambat (pemberian lebih dari 10 menit).3,4 Dosis: Rekomendasi penggunaan setiap hari: usia <6bulan:0,3mg; 6bulan - 1 tahun: 0,4 mg; 1-3 tahun: 0,5mg; 4-8 tahun: 0,6mg; 7-10 tahun: 1mg; 11-14 tahun: 1,1-1,3 mg; >14 tahun: 1-1,5mg; 9-13 tahun : 0,9 mg; 14-18 tahun : wanita : 1 mg, pria : 1,2 mg; ≥19tahun : wanita : 1,1 mg, pria : 1,2 mg; Ibu hamil dan menyusui : 1,4 mg.; Defisiensi vitamin B1 (beriberi): anak-anak:10-25mg/dosis IM atau IV per hari (pada kondisi kritis), atau 10-50mg/dosis oral setiap hari selama 2 minggu, kemudian 5-10mg/dosis oral per hari selama 1 bulan. Dewasa: 5-30mg/dosis IM atau IV diberikan 3 kali per hari (pada kondisi kritis), kemudian berikan secara oral 5-30 mg/hari baik dalam dosis tunggal maupun dalam dosis terbagi 3 kali per hari selama 1 bulan. Wernicke's encephalopathy: dewasa: awali dengan dosis 100mg secara IV, kemudian 50-100 mg/hari secara IM atau IV, sampai penderita dapat makan seperti sedia kala, imbangi dengan makanan. Sebagai suplemen tambahan: bayi: 0,3-0,5 mg/hari, anak-anak: 0,5-1 mg/hari, dewasa: 1-2 mg/hari. Kelainan metabolisme: oral, dewasa: 10-20 mg/hari (terdapat laporan penggunaan dosis sampai dengan 4 gram/hari dalam dosis terbagi). Peripheral neuritis pada kehamilan (muntah pada masa kehamilan) 5-10mg IM setiap hari.3,6

FARMAKOLOGI
Absorpsi: bioavailabilitas setelah pemberian oral: 5,3%; IM: cepat dan baik. Distribusi: otak, cairan cerebral spinal, jantung, ginjal, hati, otot. ;Metabolisme: menghasilkan metabolit aktif thiamine pyrophosphate.Ekskresi: melalui ginjal.3,4,6

STABILITAS PENYIMPANAN
Simpan pada suhu ruangan dan dalam wadah yang terlindung dari cahaya.3,6 Tidak dapat bercampur dengan cairan yang mempunyai pH lebih dari 7 atau pH netral, dan bahan yang bersifat oksidatif atau reduktif .3 Pada pH <4, larutan thiamine hydrochloride sangat sedikit kehilangan aktivitasnya. Akan tetapi, pada pH netral atau pH basa akan terdegrdasi dengan cepat, khususnya jika terdapat kontak dengan udara.4

KONTRA INDIKASI
Hipersensitivitas terhadap thiamine atau komponen lain pada formula.3,6

EFEK SAMPING
Angka kejadian <1%: cardiovascular collapse dan kematian, paresthesia. 3 Kulit: dermatitis, purpura pigmentosa chronica, nyeri pada tempat penyuntikan. Imunologi: reaksi anafilaksis.6

INTERAKSI MAKANAN
Asupan yang kaya akan karbohidrat dapat meningkatkan kebutuhan akan Thiamine.3

INTERAKSI OBAT
Interaksi obat dalam IV admixture: ketidakcampuran: bikarbonat, karbonat, cephaloridine, electromycin lactobionate, besi, methohexital, pentobarbital, phenobarbital, secobarbital, thiopental. Ketercampuran: dextran, doxapram, famotodine, procaine.

PENGARUH ANAK
Tidak ada data

PENGARUH HASIL LAB
Dapat menyebabkan hasil false positive pada pemeriksaan asam urat dengan menggunakan metode phosphotungstate dan urobilinogen dengan menggunakan reagen Ehrlich's. Penggunaan dosis besar dapat mempengaruhi pemeriksaan kadar teofilin dengan menggunakan spektrofotometri.3

PENGARUH KEHAMILAN
Berdasarkan Thomson Pregnancy Rating: efek pada fetus minimal. Belum diketahui apakah Vit B1 terdistribusi dalam plasenta.6 Faktor risiko A/C

PENGARUH MENYUSUI
Dapat terdistribusi ke air susu.3 Berdasarkan American Academy of Pediatrics Rating dan WHO Rating: dapat diberikan pada ibu menyusui. Sedangkan menurut Thomson Lactation Rating diketahui efek pada bayi kecil. Thiamine dapat terekskresi pada air susu. Selama dosis yang digunakan sesuai dengan Recommended Daily Allowance, yaitu:1,5-1,6mg, masih dapat diberikan pada ibu menyusui.6 Menururt American Academy of Pediatrics: dapat diberikan pada ibu menyusui.4

PARAMETER MONITORING
Tidak ada data

BENTUK SEDIAAN
Tidak ada data

PERINGATAN
Hati-hati bila diberikan secara parenteral (khususnya melalui rute IV).3 Reaksi anaphylactic shock dapat terjadi pada pemberian injeksi.2 Pada kondisi berikut dapat terjadi peningkatan kebutuhan vitamin B1: pecandu alkohol, luka bakar, demam kronik, gastrectomy, hemodialisa kronis, hipertiroid, infeksi, kelainan pada saluran cerna. 6

KASUS TEMUAN
Tidak ada data

INFORMASI PASIEN
Jarang ditemukan defisiensi satu jenis vitamin. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan kemungkinan mengalami defisiensi vitamin jenis yang lain.3 Gunakan sesuai dengan petunjuk dokter. Apabila salah satu dosis pemberian terlupakan, minum obat sesegera mungkin. Abaikan dosis yang digunakan apabila sudah dekat dengan jadwal pemberian dosis berikutnya. Jangan gunakan 2 dosis pemberian dalam 1 kali minum.6

MEKANISME AKSI
Thiamine diubah menjadi co-enaim aktif thiamine pyrophosphate oleh enzim thiamine diphosphokinase. Thiamine pyrophosphate berfungsi dalam metabolisme karbohidrat dalam proses dekarboksilasi alpha-keto acids dan hexose monophosphate.6

MONITORING
Tidak ada data

DAFTAR PUSTAKA
1. AHFS 2008 2.BNF 56th edition 3.Drug Information Handbook 4.Martindale 35th edition 5. Stockley's Drug Interactions 6. Micromedex 7.MIMS Volume 9 2008

{BOTTOM}