informasiobat.com

SERUM IMUNOGLOBULIN

NAMA GENERIK
Serum Imunoglobulin

NAMA KIMIA
Immunoglobulinas, Immune globulin, Immmune serum globulin, Gamma globulin, Immune globulin IV, IGIV.

SIFAT FISIKOKIMIA
Imunoglobulin adalah larutan globulin steril nonpirogenik yang mengandung banyak antibodi yang biasanya terdapat dalam darah manusia.

SUB KELAS TERAPI
Obat yang Mempengaruhi Sistem Imun

FARMAKOLOGI
Mula kerja obat:IV:memberikan kadar antibodi dengan cepat. ;Durasi:efek imun 3-4 minggu (bervariasi). Distribusi:Vd:0,09-0,13 L/kg, bagian intravaskuler:subyek sehat:41%-57%; pasien dengan imunodefisiensi humoral kongenital:~70%. ;Volume distribusi IGIV pada subyek sehat serupa dengan IgG endogen. IGIV tetap berada pada ruang intravaskuler. ;Waktu paruh eliminasi:IgG (bervariasi antarpasien):subyek sehat:14-24 hari; pasien dengan imunodefisiensi humoral kongenital:26-40 hari. ;Hipermetabolisme berhubungan dengan demam dan infeksi terjadi bersamaan pada waktu paruh yang singkat. (4)

STABILITAS PENYIMPANAN
Stabilitas dan pengenceran bergantung pada pabrik pembuat dan produknya. ;Jangan mencampur produk dengan obat lain; jangan membekukan; jangan mengocok produk, hindari pembentukan busa; buang sisa produk yang tak digunakan. Gamimune N disimpan pada suhu 2C-8C

KONTRA INDIKASI
Hipersensitivitas terhadap imunoglobulin atau komponen lainnya dalam formulasi; defisiensi selektif IgA.

EFEK SAMPING
Kardiovaskuler:;kemerahan pada wajah, takikardia, hiper/hipotensi, chest tightness, angioedema, lightheadedness, nyeri dada, infark miokard, gagal jantung kongestif, emboli paru. Sistem saraf pusat:kecemasan,;menggigil, pusing, sakit kepala, mengantuk, lelah, demam, iritabilitas, kelemahan, gejala meningitis aseptik. Dermatologis:gatal, kemerahan, urtikaria.;Gastrointestinal:kram abdomen, diare, mual, muntah, sakit tenggorokan. Hematologis:anemia hemolitik autoimun, hemolisis ringan. ;Hepatik:peningkatan hasil tes fungsi hati. Lokal:sakit atau iritasi pada tempat injeksi. ;Neuromuskuler dan skeletal:nyeri sendi, sakit pinggul atau punggung, nyeri otot. ;Okuler:fotofobia, gerakan mata sakit. ;Renal:gagal ginjal akut, nekrosis tubuler akut, anuria, peningkatan BUN, peningkatan kreatinin, sindrom nefrotik, oliguria, nefropati tubulus proksimal, nefrosis osmotik. ;Saluran pernapasan:batuk, dispnea, wheezing, kongesti hidung, rhinorrhea, sinusitis. Lain-lain:diaforesis, reaksi hipersensitivitas, anafilaksis.;Postmarketing atau case reports:;sakit pada abdomen, apnea, bronkospasme, dermatitis bullous, jantung berhenti, sianosis, epidermolisis, eritema multiforme, disfungsi hati, hipoksemia, leukopenia, hilang kesadaran, pansitopenia, edema paru, kejang, ;sindrom Steven Johnson, tromboembolisme, cedera paru akut terkait transfusi, tremor, kolaps vaskuler.

INTERAKSI OBAT
Menurunkan efek vaksin-vaksin virus hidup (seperti campak, rubella, gondong); pemberiannya dipisahkan minimal 4 minggu sebelum atau minimal 3 bulan setelah penggunaan imunoglobulin.

PENGARUH HASIL LAB
Reaksi positif palsu pada pemeriksaan kadar glukosa darah yang menggunakan metode yang menggunakan glucose dehydrogenase pyrroloquiolinequinone (GDH-PQQ).;Hasil tes Coomb positif dapat terjadi pada pasien yang menerima obat ini sehingga mengganggu studi hematologi atau prosedur pencocokan silang transfusi darah.

PENGARUH KEHAMILAN
Kategori C.;Imunoglobulin menembus plasenta dalam jumlah yang meningkat setelah kehamilan 30 minggu.

PENGARUH MENYUSUI
Ekskresi dalam ASI tidak diketahui.

PARAMETER MONITORING
Fungi renal, volume urin , hemoglobin dan hematokrit.

BENTUK SEDIAAN
Vial 10% (10 ml, 50 ml), 2,5 g/50 ml

PERINGATAN
Reaksi hipersensitivitas anafilaktik dapat terjadi,khususnya pada pasien dengan defisiensi IgA; meningitis aseptik dapat terjadi pada dosis tinggi (=2 g/kg).;Gunakan dengan hati-hati pada pasien lanjut usia, gangguan ginjal, diabetes mellitus, deplesi volume, sepsis, paraproteinemia, dan yang menerima obat nefrotoksik karena risiko disfungsi ginjal.;Disfungsi ginjal akut (peningkatan serum kreatinin, oliguria, gagal ginjal akut) jarang terjadi; bila terjadi biasanya dalam 7 hari setelah penggunaan (lebih mungkin terjadi dengan produk-produk yang menggunakan sukrosa sebagai stabilisator).;Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan sejarah kejadian trombotik atau kardiovaskuler. Terdapat bukti klinis kemungkinan hubungan antara kejadian trombotik dengan pemberian imunoglobulin intravena. Hanya diberikan melalui rute intravena.

INFORMASI PASIEN
Pasien tidak boleh menerima obat ini bila mempunyai reaksi alergi terhadap imunoglobulin. Bila obat ini disimpan di rumah, bertanyalah kepada apoteker mengenai cara penyimpanannya.;Beberapa produk harus disimpan di suhu kamar, beberapa produk lainnya harus disimpan di dalam refrigerator. Obat dijauhkan dari anak-anak dan tidak boleh digunakan oleh orang lain.;Pasien harus memastikan bahwa dokter mengetahui bahwa ia sedang menggunakan obat-obat lain, mempunyai alergi atau masalah dengan sistem kekebalan tubuh, dalam kondisi hamil atau menyusui,;mempunyai riwayat masalah dengan sel darah (seperti defisiensi imunoglobulin A), riwayat penyakit jantung, bekuan darah, stroke, atau masalah sirkulasi lainnya, migrain, penyakit ginjal, diabetes, infeksi serius, atau dehidrasi yang baru terjadi.;Setelah menerima imunoglobulin, pasien mungkin harus menunggu minimal 3 bulan bila ingin menerima vaksinasi. Vaksin mungkin tidak bekerja bila pasien sedang menerima imunoglobulin.

MEKANISME AKSI
Terapi pengganti imunodefisiensi primer dan sekunder, mempengaruhi reseptor Fc pada sel-sel sistem retikuloendotelial untuk sitopenia autoimun dan ITP; kemungkinan berperan sebagai antibodi yang mengandung tipe antivirus.

MONITORING
Monitoring efek samping yang berhubungan dengan infusi, reaksi anafilaksis.

{BOTTOM}