informasiobat.com

PHENOBARBITAL

NAMA GENERIK
Phenobarbital

NAMA KIMIA
Asam 5-etil- 5fenilbarbiturat

GB STRUKTUR KIMIA
29

SIFAT FISIKOKIMIA
Hablur kecil atau serbuk hablur putih berkilat; tidak berbau; tidak berasa; dapat terjadi polimorfisma. Stabil di udara; pH larutan jenuh lebih kurang 5. Sangat sukar larut dalam air; larut dalam etanol, dalam eter, ;dan dalam larutan alkali hidroksida dan dalam alkali karbonat; agak sukar larut dalam kloroform. (FI.IV)

SUB KELAS TERAPI
Antiepilepsi, Antikonvulsi

FARMAKOLOGI
Fenobarbital adalah antikonvulsan turunan barbiturat yang efektif dalam mengatasi epilepsi pada dosis subhipnotis.

STABILITAS PENYIMPANAN
Lindungi eliksir dari sinar matahari, tidak stabil dalam larutan air; gunakan hanya larutan jernih; jangan ditambahkan larutan asam, akan terbentuk endapan; bentuk IV tidak tercampurkan dengan benzquinamid (dalam syringe; ;vancomisin, sefalotin, klorpromasin, hidralasin, hidrokortison, hidroksizin, insulin levorpanol, meperidin, metadon, morfin, norepineprin, pentazosin, proklorferazin, promazin, ranitidin (dalam syringe)

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap barbiturat atau komponen sediaan, gangguan hati yang jelas, dispnea, obstruksi saluran nafas, porfiria, hamil.

EFEK SAMPING
Mengantuk, kelelahan, depresi mental, ataksia dan alergi kulit, paradoxical excitement restlessness, bingung pada orang dewasa dan hiperkinesia pada anak; anemia megaloblastik(dapat diterapi dengan asam folat)

INTERAKSI MAKANAN
Dapat menyebabkan penurunan vitamin D dan kalsium.

INTERAKSI OBAT
Alkohol : Meningkatkan efek sedatif. ;Antiaritmia : Metabolisme disopiramid dan kinidin ditingkatkan (kadar plasma diturunkan);Antibakteri : Metabolisme kloramfenikol, doksisiklin, dan metronidazol dipercepat (efek berkurang).;Antikoagulan : metabolisme nikumalon dan warfarin dipercepat (mengurangi efek antikoagulan). ;Antidepresan : antagonisme efek antikonvulsan (ambang kejang menurun); metabolisme mianserin dan trisiklik dipercepat (menurunkan kadar plasma). ;Antiepileptika : pemberian bersama dengan fenobarbital dapat meningkatkan toksisitas tanpa disertai peningkatan efek antiepileptik; disamping itu interaksi dapat menyulitkan pemantauan terhadap pengobatan; ;interaksi termasuk peningkatan efek, peningkatan sedasi, dan penurunan kadar plasma. ;Antijamur : fenobarbital mempercepat metabolisme griseofulvin (mengurangi efek). ;Antipsikotik : antagonisme efek antikonvulsan (ambang kejang diturunkan). ;Antagonis-Kalsium : efek diltiazem, felodipin, isradipin, verapamil,dan mungkin nikardipin dan nifedipin dikurangi.;likosida jantung : hanya metabolisme digitoksin yang dipercepat (mengurangi efek). ;Kortikosteroida : metabolisme kortikosteroid dipercepat (menurunkan efek). ;Siklosporin : metabolism siklosporin dipercepat (mengurangi efek). ;Antagonisme hormon : metabolisme toremifen mungkin dipercepat.;Estrogen dan Progestogen : metabolisme gestrinon, tibolon, dan kontrasepsi oral dipercepat (menurunkan efek kontraseptif).;Teofilin : metabolisme teofilin dipercepat (mengurangi efek). ;Tiroksin : metabolisme tiroksin dipercepat (dapat meningkatkan kebutuhan akan tiroksin pada hipotiroidisme).;Vitamin : kebutuhan akan vitamin D mungkin meningkat

PENGARUH ANAK
Dianjurkan obat digunakan secara selektif dan dilakukan penilaian dengan hati-hati terhadap manfaat pemberian obat dibandingkan risiko yang dapat ditimbulkan.

PENGARUH HASIL LAB
Menggangu penetapan LDH

PENGARUH KEHAMILAN
Ada bukti positif risiko kematian janin, tetapi jika manfaat pemberian melebihi risiko yang dapat ditimbulkan terhadap ibu hamil, maka dapat digunakan ;(misal : jika obat dibutuhkan pada keadaan yang mengancam jiwa atau untuk penyakit yang serius dan tidak ada obat lain yang lebih aman untuk digunakan).

PENGARUH MENYUSUI
Tidak direkomnedasikan untuk ibu menyusui karena fenobarbital didistribusikan dalam air susu.

PARAMETER MONITORING
Konsentrasi serum fenobarbital, status/ kondisi mental, CBC, LFTs, aktivitas seizure

BENTUK SEDIAAN
Tablet, Cairan Injeksi

PERINGATAN
Efek samping serius jarang terjadi dengan fenobarbital. Bila diberikan secara oral untuk mengatasi epilepsi, efek samping utama berupa kantuk atau sedasi; sehingga pada anak menimbulkan paradoxical excitement dan hiperaktif ;atau perburukan hyperkinetic behavior yang sudah ada sehingga kadang diperlukan penggantian dengan obat barbiturat lain atau antikonvulsan lain. Pasien usia lanjut seringkali mengalami excitement, bingung atau depresi. ;Fenobarbital menyebabkan beberapa reaksi kulit pada sekitar 1 - 3 % dari seluruh pasien; tetapi reaksi ini biasanya berupa makulopapular ringan, morbiliform atau scarlanitiform yang segera hilang bila obat dihentikan. ;Sangat jarang, dermatitis eksfollatif, eritema multiform atau sindroma stevens-johnson telah terjadi. Fenobarbital harus diberikan dengan sangat hati-hati pada pasien dengan nefritis.

MEKANISME AKSI
Barbiturat menekan korteks sensor,menurunkan aktivitas motorik, mempengaruhi fungsi serebral dan menyebabkan kantuk, efek sedasi dan hipnotik. Pada dosis tinggi barbiturat memiliki sifat antikonvulsan, ;dan menyebabkan depresi saluran nafas yang dipengaruhi dosis.

MONITORING
Dianjurkan obat digunakan secara selektif dan dilakukan penilaian dengan hati-hati terhadap manfaat pemberian obat dibandingkan risiko yang dapat ditimbulkan.

{BOTTOM}