informasiobat.com

NA DIKLOFENAK

NAMA GENERIK
Na Diklofenak

STRUKTUR KIMIA
C14H10Cl2N2O2

SIFAT FISIKOKIMIA
Warna kekuningan, serbuk kristal, sedikit higroskopis

SUB KELAS TERAPI
Analgesik Non Narkotik

KELAS TERAPI
Analgesik, Antipiretik, Antiinflamasi Non steroid, Antipirai

FARMAKOLOGI
Aktivitas sebagai antiinflamasi,analgetik & antipiretik. Metabolisme terutama melalui hati. Ekskresi pada orang dewasa sehat kira-kira 50-70% melalui urin, 30-35% melalui feses

STABILITAS PENYIMPANAN
Terlindung dari cahaya, simpan dalam wadah tertutup pada suhu tidak lebih dari 30

KONTRA INDIKASI
Pasien dengan hipersensitivitas, asma, urtikaria, rinitis parah, angioudema, tukak lambung aktif

EFEK SAMPING
Pencernaan : gangguan pada saluran cerna bagian atas (20% pasien) tukak lambung, perdarahan saluran cerna. ;Saraf : sakit kepala (3-9% pasien), depresi, insomnia, cemas. ;Ginjal : (kurang dari 1% pasien) terganggu fungsi ginjal (azotemia,proteinuria,nefrotik sindrom dll),;Kardiovaskular : retensi cairan, hipertensi, (3-9% pasien), ;Pernapasan : asma (kurang dari 1% pasien), ;Darah : lekopenia, trombositopenia, hemolitik anemia (kurang dari 1% pasien), ;Hati : hepatitis, sakit kuning (jarang), peningkatan SGOT terjadi pada 2 % pasien, ;Lain-lain : ruam, pruritus, tinnitus, reaksi sensitivitas (1-3% pasien).

INTERAKSI OBAT
Antikoagulan : Dapat memperparah perdarahan saluran cerna. ;Metotreksat : Meningkatkan konsentrasi metotreksat. ;Glikosida jantung : Meningkatkan toksisitas glikosida jantung.;Diuretik : Secara bersamaan dengan HCT, meningkatkan kadar kalium dalam serum; dengan triamterene meningkatkan resiko kerusakan ginjal. ;NSAID : Penggunaan bersama aspirin dapat meningkatkan eksresi diklofenak melalui empedu. ;Siklosporin : Meningkatkan efek nefrotoksik siklosporin.;Litium : Meningkatkan konsentrasi plasma litium dan menurunkan klirens litium. ;Antidiabet : Kasus hipoglikemik & hiperglikemi telah dilaporkan (jarang). ;Kuinolon : Dapat meningkatkan resiko stimulasi sistem saraf pusat (misalnya kejang). ;Antasid : Dapat menunda absorpsi diklofenak. ;Kortikosteroid : Meningkatkan resiko ulser saluran cerna

PENGARUH ANAK
Pengunaan pada anak-anak masih memerlukan penelitian lebih lanjut

PENGARUH KEHAMILAN
Dpt digunakan pada masa kehamilan awal jika potensi manfaat lebih besar daripada resiko thd janin. ;Tidak direkomendasikan pada masa kehamilan akhir karena dapat menghambat sintesis prostaglandin yang menyebabkan efek samping thd sistem kardiovaskular janin

PENGARUH MENYUSUI
Terdistribusi dalam air susu ibu : tidak direkomendasikan bagi ibu menyusui

PARAMETER MONITORING
Fungsi hati secara periodik pada pemakaian jangka panjang, gejala& tanda perforasi ulser atau perdarahan saluran cerna

BENTUK SEDIAAN
Tablet

PERINGATAN
Hati-hati pada pasien usia lanjut, gangguan ginjal, gangguan jantung atau gangguan hati, penyakit gangguan pencernaan, penggunaan bersamaan kortikosteroid, kondisi yg berhubungan dgn retensi cairan (hipertensi, gagal jantung)

INFORMASI PASIEN
Jika terjadi ruam kulit, ulser saluran cerna, perdarahan, gangguan penglihatan, peningkatan berat badan, udem, eses hitam, atau sakit kepala yang persisten, hubungi dokter. ;Jika ada gangguan pencernaan, gunakan obat sesudah makan. Gejala & tanda hepatotoksis,

MEKANISME AKSI
Menghambat sintesis prostaglandin dgn menghambat COX-1 & COX-2

DAFTAR PUSTAKA
MIMS 2007

{BOTTOM}