informasiobat.com

MANITOL

NAMA GENERIK
Manitol

NAMA KIMIA
D-Manitol

STRUKTUR KIMIA
C6H14O6

SIFAT FISIKOKIMIA
Serbuk kristal berwarna putih atau hampir putih, polimorfisa, larut baik dalam air dan sangat sedikit larut dalam alkohol.

SUB KELAS TERAPI
Diuretik

FARMAKOLOGI
Onset kerja : diuresis injeksi : 1-3 jam, penurunan tekanan intrakranial : ~15-30 menit. ;Distribusi : pada saluran ekstraselular (kecuali pada konsentrasi eksterm), tidak berpenetrasi pada sawar darah otak (umumnya penetrasinya lemah). ;Metabolisme : melalui hati. ;T eliminasi : 1-1.6 jam ;Ekskresi : melalui urin (sebagai obat tidak berubah)

STABILITAS PENYIMPANAN
Simpan pada suhu kamar 15-30C, hindari penyimpanan beku, kristalisasi dapat terjadi pada suhu rendah, jangan menggunakan larutan yang sudah mengandung kristal, pemanasan dengan menggunakan penangas air dan pengocokan keras ;dapat dilakukan untuk melarutkan kembali, dinginkan larutan pada suhu kamar sebelum digunakan.

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap manitol, komponen lain dalam sediaan, penyakit ginjal parah (anuria), dehidrasi parah, pendarahan intrakranial aktif kecuali selama kraniotomi, gagal jantung progresif, kongesti pulmonari, disfungsi ginjal s;etelah pemakaian manitol, edema pulmonari parah atau kongesti.

EFEK SAMPING
Sakit dada, gagal jantung kongestif, sirkulasi berlebihan, hiper-/hipotensi, takikardia, kedinginan, konvulsi, pusing, sakit kepala, rash, urtikaria, ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, dehidrasi dan hipovolemia karena diuresus cepat, ;hiperglikemia, hipernatrimea, hiponatremia (dilustional), hiperkalemia yang diinduksi hiperosmolalitas, asidosis metabolik intoksikasi mual, muntah, disuria, poliuria, pandangan kabur, gagal ginjal akut, nekrosis tubular, ;edema pulmonari, rhinitis, reaksi alergi.

INTERAKSI OBAT
Toksisitas litium (dengan hiponatremia yang diinduksi diuretik)

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor resiko : C

PENGARUH MENYUSUI
Distribusi ke dalam air susu tidak diketahui, gunakan dengan perhatian

BENTUK SEDIAAN
Infus 20%

PERINGATAN
Jangan diberikan pada pasien sampai diketahui fungsi ginjal dan kecepatan aliran urin ; lakukan 2-3 uji dosis untuk mengetahui fungsi ginjal. Dapat menyebabkan disfungsi ginjal terutama pada penggunaan dosis tinggi, hati-hati pada pasien ;yang menggunakan obat nefrotoksik lain, dengan sepsis atau penyakit ginjal.Untuk mengurangi efek samping, sesuaikan dosis untuk mempertahankan osmolalitas serum lebih rendah dari 320 mOsm/L. ;Hentikan penggunaan jika terjadi nekrosis tubular akut. Pada pasien edema serebral, manitol dapat terakumulasi pada otak (menyebabkan kenaikan tekanan intrakranial kembali) jika digunakan pada waktu yang lama dengan infus kontinyu, ;pemberian bolus berkala lebih direkomendasikan. status kardiovaskular harus dimonitor, jangan memberikan larutan manitol bebas elektrolit dengan darah. Jika terjadi hipotensi, monitor perfusi serebral untuk memastikan kesesuaiannya.

MEKANISME AKSI
Meningkatkan tekanan osmosis dari filtrat glomerular yang menginhibisi reabsorpsi tubular air elektrolit dan meningkatkan output uriner.

{BOTTOM}