informasiobat.com

EPINEFRIN

NAMA GENERIK
Epinefrin

NAMA KIMIA
Epinephrine

STRUKTUR KIMIA
C9H23NO3

GB STRUKTUR KIMIA
18

KETERANGAN
Epinefrin terdapat dalam kelenjar adrenal atau dapat dibuat secara sintetis. ;Obat ini merupakan katekolamin endogen dengan aktivitas pada medula adrenal. Bentuk levorotatori isomer 15X lebih aktif dibanding bentuk dekstrorotatori.

SIFAT FISIKOKIMIA
Epinefrin berbentuk mikrokristalin berwarna putih, mudah larut dalam air; sedikit larut dalam etanol; praktis tidak larut dalam kloroform dan dalam eter.

SUB KELAS TERAPI
Antialergi

FARMAKOLOGI
Farmakodinamika/Kinetika : Onset : Bronkodilatasi : SC : 5-10 menit; Inhalasi : 1 menit. Metabolisme : diambil oleh saraf adrenergik dan dimetabolisme oleh monoamine oxidase dan catechol-o-methyltransferase; ;obat dalam sirkulasi mengalami metabolisme di hepar. Ekskresi : Urin (sebagai metabolit inaktif metanefrin, dan sulfat dan derivat hidroksi asam mandelat, jumlah kecil dalam bentuk tidak berubah)

STABILITAS PENYIMPANAN
Penyiapan infus IV : Encerkan 1 mg dalam 250 mL D5W atau NS (4 mcg/mL). Kecepatan pemberian awal 1 mcg/menit dan naikkan hingga efek yang dikehendaki. ;Stabil dalam : dextran 6% dalam dextrose, dextran 6% dalam NS, D5LR, D51/4NS, D51/2NS, D5NS, D5W, D10W, D10NS, LR, NS; inkompatibel dengan natrium bikarbonat 5%. ;Pemberian melalui Y-site : ;Kompatibel : ;Atracurium, calcium chloride, calcium gluconate, cisatracurium, diltiazem, dobutamine, dopamine, famotidine, fentanyl, furosemide, heparin, hydrocortisone sodium succinate, hydromorphone, inamrinone, labetalol, levofloxacin, ;lorazepam, midazolam, milrinone, morphine, nicardipine, nitroglycerin, norepinephrine, pancuronium, phytonadione, potassium chloride, propofol, ranitidine, remifentanil, vecuronium, vitamin B complex with C, warfarin. ;Inkompatibel : ;Ampicillin, thiopental. ;Kompatibilitas pencampuran : ;Kompatibel : ;Amikacin, bupivacaine, cimetidine, dobutamine, fentanyl, floxacillin, furosemide, metaraminol, ranitidine, verapamil. ;Inkompatibel : ;Aminophylline, hyaluronidase, mephentermine, sodium bicarbonate. ;Penyimpanan : ;Epinefrin peka terhadap udara dan cahaya. Oksidasi akan mengubah warna larutan menjadi merah jambu kemudian coklat. Jangan digunakan bila terjadi perubahan warna atau terdapat endapan.

KONTRA INDIKASI
Meskipun diindikasikan untuk open-angled glaucoma, epinefrin kontraindikasi mutlak pada closed-angle glaucoma karena dapat memperparah kondisi ini. ;Hindari ekstravasasi epinefrin, karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan da/atau gangren atau reksi injeksi setempat di sekitar suntikan. ;Epinefrin jangan disuntikkan ke dalam jari tangan, ibu jari, hidung, dan genitalia, dapat menyebabkan nekrosis jaringan karena terjadi vasokonstriksi pembuluh kapiler. ;Epinefrin, terutama bila diberikan IV, kontraindikasi mutlak pada syok selain syok anafilaksi. Gangguan kardiovaskuler yang kontraindikasi epinefrin misalnya syok hemoragi, insufisiensi pembuluh koroner jantung, ;penyakit arteri koroner (mis., angina, infark miokard akut) dilatasi jantung dan aritmia jantung (takikardi). Efek epinefrin pada kardiovaskuler (mis., peningkatan kebutuhan oksigen miokard, kronotropik, ;potensial proaritmia, dan vasoaktivitas) dapat memperparah kondisi ini.

EFEK SAMPING
Kardiovaskuler : Angina, aritmia jantung, nyeri dada, flushing, hipertensi, peningkatan kebutuhan oksigen, pallor, palpitasi, kematian mendadak, takikardi (parenteral), vasokonstriksi, ektopi ventrikuler. ;SSP : Ansietas, pusing, sakit kepala, insomnia. ;Gastrointestinal : tenggorokan kering, mual, muntah, xerostomia. ;Genitourinari : Retensi urin akut pada pasien dengan gangguan aliran kandung kemih.

INTERAKSI MAKANAN
Epinefrin tidak digunakan melalui oral

INTERAKSI OBAT
Karena epinefrin merupakan obat simpatomimetik dengan aksi agonis pada reseptor alfa maupun beta, harus digunakan hati-hati bersama obat simpatomimetik lain karena kemungkinan efek farmakodinamik yang aditif, ;yang kemungkinan tidak diinginkan. Juga hati-hati digunakan pada pasien yang menerima obat-obat seperti: albuterol, dobutamin, dopamin, isoproterenol, metaproterenol, norepinefrin, fenilefrin, ;fenilpropanolamin, pseudoefedrin, ritodrin, salmeterol dan terbutalin.

PENGARUH KEHAMILAN
Klasifikasi kehamilan untuk epinefrin adalah kategori C. ;Epinefrin kontraindikasi mutlak sewaktu proses kelahiran karena merupakan agonis reseptor beta2, yang dapat menunda kelahiran.

PENGARUH MENYUSUI
Tidak diketahui apakah epinefrin dikeluarkan melalui ASI. Secara teori, epinefrin akan rusak di dalam saluran pencernaan bayi, jadi pemaparannya terbatas. Bagaimanapun, tetap harus hati-hati jika diberikan pada ibu menyusui.

PARAMETER MONITORING
EKG pada pasien yang mendapat epinefrin IV, PFTs

BENTUK SEDIAAN
Injeksi, Ampul 1mg/ml

INFORMASI PASIEN
Gunakan obat sesuai anjuran. Anda mungkin akan mengalami pusing, pandangan kabur atau sulit buang air kecil. ;Segera lapor dokter bila sulit tidur, muka kemerahan, tremor atau lemah, nyeri dada atau palpitasi, iritasi bronkial atau batuk, keringat berlebihan.

MEKANISME AKSI
Menstimulasi reseptor alfa-, beta1-, dan beta2-adrenergik yang berefek relaksasi otot polos bronki, stimulasi jantung, dan dilatasi vaskulatur otot skelet; ;dosis kecil berefek vasodilatasi melalui reseptor beta2-vaskuler; dosis besar menyebabkan konstriksi otot polos vaskuler dan skelet.

MONITORING
Kaji penggunaan obat lain yang diminum pasien terhadap kemungkinan interaksi atau mempengaruhi efektivitasnya. ;Pantau tanda-tanda vital dan berikan informasi tentang penggunaan obat, efek samping yang mungkin timbul dan cara mengatasinya.

DAFTAR PUSTAKA
AHFS

{BOTTOM}