informasiobat.com

CEPHALEXIN

NAMA GENERIK
Cephalexin

NAMA KIMIA
Cephalexin monohydrate (7R)-3 -Metil-7-(α-D-fenilglisilamino) 3-cephem-4 asam karboksilat monohidrat 1

STRUKTUR KIMIA
C16H17N3O4S.H2O

GB STRUKTUR KIMIA
246

SIFAT FISIKOKIMIA
serbuk kristal putih atau hampir putih , sedikit larut dalam air, praktis tidak larut dalam alkohol, kloroform, dan eter. pH 5% suspensi dalam air antara 3 dan 5,5. Disimpan di dalam tempat yang tertutup rapat . 1

SUB KELAS TERAPI
Antibakteri

KELAS TERAPI
Antiinfeksi

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Dosis lazim anak > 1 tahun : oral : 25-100 mg/kg/hari setiap 6-8 jam (maksimum 4g/hari). Dewasa : oral : 250-1000 mg setiap 6 jam : maksimum 4 g/hari. ;Dosis untuk indikasi khusus Anak > 1 tahun ; oral : Furunculosis : 25-50 mg/kg/hari dalam 4 dosis terbagi Impetigo : 2,5 mg/kg/hari dalam 4 dosis terbagi. Media otitis : 75-100 mg/kg/hari dalam 4 dosis terbagi. Pencegahan infeksi endokarditis (gigi, oral, saluran pernapasan) : 50 mg/kg selama 30 -60 menit sebelum tindakan. Infeksi parah : 50-100 mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi setiap 6-8jam. Abses kulit : 50 mg/kg/hari dalam 4 dosis terbagi (maksimum 4 g) Faringitis streptokokal; infeksi kulit dan struktur kulit : 25-50 mg/kg/hari setiap 12 jam. ; Anak >15 tahun dan dewasa oral : cellulitis dan mastitis : 500 mg setiap 6 jam, furunculosis/abses kulit : 250 mg, 4 kali/hari, pencegahan infeksi endokarditis ( gigi, oral, saluran pernapasan): 2 gram, satu jam sebelum tindakan.

FARMAKOLOGI
Absorpsi Oral : pada dewasa dengan fungsi ginjal normal yang diberikan dosis tunggal 250 mg, 500 mg, atau 1 g dosis sefaleksin, konsentrasi puncak sefaleksin dicapai selama 1 jam dengan rata-rata 9, 18, dan 32 mcg/mL (secara berurutan). Konsentrasi serum sefaleksin masih dapat terdeteksi 6 jam setelah pemberian. Konsentrasi puncak sefaleksin akan dicapai lebih lambat jika diberikan bersama dengan makanan, walaupun total jumlah obat yang diabsorbsi tetap.3;Eliminasi Waktu paruh sefaleksin adalah 0,5 - 1,2 jam pada orang dewasa dengan fungsi ginjal yang normal. Sedangkan pada neonatal selama 5 jam, dan pada anak usia 3 - 12 bulan selama 2,5 jam. Berdasarkan studi lain waktu paruh pada orang dewasa dengan kreatinin klirens 13,5 mL/menit adalah 7,7 jam, 10,8 jam pada orang dewasa dengan kreatinin klirens 9,2 mL/menit, dan 13,9 jam pada yang memiliki kreatinin klirens 4 mL/menit. Sefaleksin dieksresikan di urin sebagai obat tidak berubah melalui filtrasi glomerulus dan sekresi tubular. ;Kira-kira sebanyak 70-90% dosis tunggal 250 atau 500 mg yang diberikan secara oral diekskresikan selama 8-12 jam pada orang dewasa dengan fungsi ginjal yang normal. 3

STABILITAS PENYIMPANAN
Sediaan oral: Tablet, kapsul dan suspensi oral sefaleksin harus disimpan pada suhu ruang 15oC-30oC, setelah rekonstitusi suspensi oral harus disimpan pada ruang bersuhu 2oC-8oC dan dibuang jika tidak digunakan lagi selama 2 minggu.3

KONTRA INDIKASI
pada pasien yang memiliki hipersensitivitas terhadap antibiotik sefalosporin3

EFEK SAMPING
Efek hematologi : neutropenia, trombositopenia, leukositosis, granulositosis, monositosis, limfositopenia, basofilia, dan leukopenia reversibel. Efek pada ginjal dan genitourinari : terjadinya peningkatan konsentrasi BUN dan kreatinin, disfungsi renal, nefropati toksik.Efek pada hati : terjadinya peningkatan SGOT, ALT, gamma glutamil transferase, dan alkalin fosfatase pada serum.Efek pada gastrointestinal : nausea, muntah, diare, nyeri pada perut, menurunnya nafsu makan, flatulensi, candidiasis.Efek lain : sakit dada, efusi pleural, infiltrasi pulmonary, batuk, rinitis.3 SSP : Agitasi, bingung, halusinasi, sakit kepala. Kulit : Angiodema, rash, steven- johnsons sindrom, urtikaria

INTERAKSI MAKANAN
makanan akan menurunkan konsentrasi serum sefaleksin, waktu puncak menjadi lebih lama, tetapi total obat yang diabsorbsi tidak berubah.5

INTERAKSI OBAT
Alkohol : reaksi seperti disulfiram terjadi ketika mengkonsumsi alkohol 48-72 jam setelah pemberian antibiotika beta laktam. Probenecid : menghambat sekresi tubular sefaleksin sehingga konsentrasi sefaleksin dalam serum menjadi lebih tinggi.Obat-obat nefrotoksik : seperti aminoglikosida, polimiksin B, atau vankomisin dapat meningkatkan resiko nefrotoksisitas.3

PENGARUH ANAK
Tidak ada data

PENGARUH HASIL LAB
Uji imunohematologi : dihasilkannya hasil positif pada antiglobulin direk dan indirek (positif palsu). Uji glukosa urin : menyebabkan dihasilkannya positif palsu pada penentuan glukosa dalam urin menggunakan larutan sulfat kuprat. Uji kreatinin : dalam dosis yang tinggi dapat menyebabkan kadar kreatinin dalam serum menjadi lebih tinggi ketika menggunakan reaksi Jaffe.3

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko B. Obat digunakan apabila benar-benar dibutuhkan karena belum ada data keamanan yang jelas terhadap kehamilan.3

PENGARUH MENYUSUI
terdistribusikan ke dalam ASI sehingga harus digunakan dengan peringatan terhadap ibu menyusui.3

PARAMETER MONITORING
Pada terapi jangka panjang, monitor fungsi ginjal, hati. Perhatikan tanda anafilaksis selama penggunaan obat.

BENTUK SEDIAAN
Kapsul sefaleksin : 250 mg dan 500 mg Tablet sefaleksin : 250 mg, 500 mg, dan 1 g Suspensi oral sefaleksin : 125 mg, 250 mg per 5 mL4

PERINGATAN
Digunakan dengan peringatan terhadap pasien yang hipersensitivitas terhadap penisilin. Beberapa menyatakan bahwa sefalosporin harus dihindari pada pasien yang memiliki reaksi hipersensitivitas tipe segera dan tipe delayed terhadap penisilin dan obat lain. Digunakan dengan peringatan pada pasien yang memiliki sejarah penyakit GI, khususnya kolitis.3

KASUS TEMUAN
Tidak ada data

INFORMASI PASIEN
Pasien seharusnya tidak menggunakan obat ini bila mempunyai reaksi alergi terhadap sefalosporin. Digunakan dengan peringatan terhadap pasien yang hipersensitivitas terhadap penisilin, pasien yang memiliki sejarah penyakit GI, khususnya kolitis, serta ibu hamil dan menyusui. Tablet, kapsul dan suspensi oral sefaleksin harus disimpan pada suhu ruang 15oC-30oC.3

MEKANISME AKSI
merupakan antibiotik yang bersifat bakterisid yang bekerja dengan menghambat sintesi mukopeptida pada dinding sel bakteri. Antibiotik ini terikat pada beberapa enzim di membran sitoplasma bakteri (seperti karboksipeptidase, endopeptidase, transpeptidase) yang terlibat dalam sintesis dinding sel dan pembelahan sel.3

MONITORING
waktu protrombin harus dimonitoring ketika obat ini digunakan pada pasien yang memiliki kelainan ginjal, status gizi buruk, dan yang menerima terapi anti infeksi.3

DAFTAR PUSTAKA
1. Martindale The Complete Drug Reference 35th edition (p194). 2.MIMS-Official Drug Reference for Indonesian Medical Proffesion. 108th ed. 2007(239,250,252,257). 3. AHFS Drug Information 2008 (p110). 4.British National Formulary 53 (BNF 53) (p288). 5. DIH 17th edition halaman 306

{BOTTOM}