informasiobat.com

ALPRAZOLAM

NAMA GENERIK
Alprazolam

NAMA KIMIA
Alprazolamun, 8-chloro-l-methyl-6-phanyl-4H-1,2,4-triazolo(4,3-a)(1,4)benzodiazepin

STRUKTUR KIMIA
C17H13ClN4

SIFAT FISIKOKIMIA
Kristal putih, tidak larut dalam air, larut dalam alkohol.

SUB KELAS TERAPI
Psikofarmaka

FARMAKOLOGI
Distribusi : Vd 0,9-1,2 l, masuk ke dalam ASI, ikatan protein 80%. ;Metabolisme di hati lewat CYP3A4, membentuk 2 metabolit aktif : 4 hidroksi alfazolam dan alfa hidroksi alfazolam. ;Bioavailabilitas 90%, ;T eliminasi dewasa : 11.2 jam, ;Orang tua : 16.3 jam, ;Penyakit hati karena alkohol : 19,7 jam, ;Obes: 21,8 jam. Tmaks : 1-2 jam, ekskresi urin sebagai metabolit dan bentuk utuh

STABILITAS PENYIMPANAN
Simpan dalam suhu kamar 20-25C, hindari lembab, tutup rapat botol dan buang kapas yang ada di dalam botol.

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap alprazolam atau komponen-komponen lain dalam sediaan, kemungkinan sensitivitas silang dengan benzodiazepin lain, glaukoma sudut sempit, penggunaan bersama ketokenazol dan itrakenazol, kehamilan

EFEK SAMPING
> 10% ;SSP : depresi, mengantuk, disartria (gangguan berbicara), lelah, sakit kepala, hiperresponsif, kepala terasa ringan, gangguan ingatan, sedasi; ;Metabolisme-endokrin : penurunan libido, gangguan menstruasi; ;Saluran cerna : peningkatan/penurunan selera makan, penurunan salivasi, penurunan/peningkatan berat badan, mulut kering (xerostomia).;1-10%;Kardiovaskuler : hipotensi; ;SSP : gangguan koordinasi, akatisia (tidak bisa duduk tenang), gangguan konsentrasi, bingung, kehilangan perasaan terhadap realitas, disorientasi, disinhibisi, pusing, hipersomnia(tidur terus), mimpi buruk, vertigo

INTERAKSI OBAT
Antifungi golongan azol, siprofloksasin, klaritromisin, diklofenak, doksisiklin, eritromisin, isoniasid, nikardipin, propofol, protease inhibitor, kuinidin, verapamil meningkatkan efek alprazolam. Kontraindikasi dengan itrakenazol dan ketokenazol. ;Menguatkan efek depresi SSP analgetik narkotik, etanol, barbiturat, antidepresan siklik, antihistamin, hipnotik-sedatif. ;Alprazolam dapat meningkatkan efek amfetamin, beta bloker tertentu, dekstrometorfan, fluoksetin, lidokain, paroksetin, risperidon, ritonavir, antidepresan trisiklik dan substrat CYP2D6 lainnya. ;Alprazolam meningkatkan konsentrasi plasma imipramin dan desipiramin. Aminoglutetimid, karbamasepin, nafsilin, nevirapin, fenobarbital, fenitoin menurunkan efek alprazolam

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko : D Dapat berbahaya pada janin bila diberikan pada trimester I, penggunaan pada kehamilan dihindari.

PENGARUH MENYUSUI
Masuk ke dalam ASI, tidak dianjurkan.

PARAMETER MONITORING
Status pernafasan dan kardiovaskuler

BENTUK SEDIAAN
Tablet 0,25 mg, 0,5 mg, 1 mg, 2 mg

PERINGATAN
Gejala putus obat (kejang) dapat terjadi 18 jam-3 hari setelah dihentikan tiba2. Gunakan hati-hati pada pasien debil, orang tua, dengan penyakit hati, gagal ginjal atau obesitas. ;Hati-hati dengan kegagalan kemampuan fisik/mental (pengemudi dan operator mesin). ;Benzodiazepin berkaitan dengan jatuh, luka trauma, hati-hati pada orang tua. ;Hati-hati pada pasien depresi kemungkinan terjadinya episode mania atau hipomania.;Hati-hati pada pasien remaja/anak dan pasien psikiatri karena reaksi paradoks. ;Benzodiazepin berkaitan dengan amnesia retrograde.

INFORMASI PASIEN
Obat ini untuk mengatasi kecemasan. Katakan ke dokter bila pernah alergi dengan obat ini atau dengan obat atau makanan lain. Gunakan obat sesuai anjuran dokter. Kadang obat ini harus digunakan beberapa minggu sebelum efek penuh dicapai. ;Bila lupa meminum obat ini yang aturan pakainya satu tablet pada malam hari, jangan meminumnya pagi hari kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter. ;Bila digunakan lebih dari satu dosis/tablet per hari, segera minum obat bila lupa, tetapi bila sudah dekat dengan waktu minum kedua, tinggalkan dosis pertama dan mulai dengan dosis reguler. Jangan hentikan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. ;Konsultasikan dengan dokter bila memakan obat lain. Bila merasakan reaksi yang tidak menyenangkan/menggangu karena memakan obat ini konsultasikan dengan dokter. Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak.

MEKANISME AKSI
Berikatan dengan reseptor benzodiasepin pada saraf post sinap GABA di beberapa tempat di SSP, termasuk sistem limbik dan formattio retikuler. ;Peningkatan efek inhibisi GABA menimbulkan peningkatan permiabilitas terhadap ion klorida yang menyebabkan terjadinya hiperpolarisasi dan stabilisasi.

{BOTTOM}